ALBUM ALONE AT LAST INTEGRITI

Selasa, 19 Februari 2013 | komentar


  Jakarta - Usia sepuluh tahun tentu bukan usia yang sebentar untuk ukuran sebuah band independen menunjukkan eksistensi dan integritasnya dalam karir di dunia musik. Begitu pula dengan grup emo asal Bandung Alone At Last yang telah merilis single baru berjudul “Kita Bisa” bertepatan dengan usia satu dekade mereka.


Band yang digawangi oleh Yas Budaya (vocal), Muhammd Rizki “Ucay” Hasibuan (gitar), Indra Hikmawan Saefullah (gitar), Trian Mulia Saputra (bass), dan Muhammad “Athink” Muslim (drum) akan menggelar pula sebuah konser bersama kawan-kawan komunitas di Bandung bertajuk From Us To Us yang diramaikan oleh sejumlah band indie Bandung lainnya seperti C.U.T.S., Stereoplain, Goodboy Badminton, Buckskin Bugle, dan lainnya pada 14 April di Lucky Square Bandung.

“Banyak pembelajaran penting selama menjalani band satu dekade ini. Kami ingin merayakannya agak beda dan istimewa. Single 'Kita Bisa' memang sengaja dirilis menjelang ulang tahun kesepuluh band kami,” ujar Yas. “Sejak 2009 kami selalu bikin konser spesial, kecuali tahun lalu. Nah, tahun ini momennya tepat, sehingga kenapa nggak sekalian aja bikin pertunjukan spesial bareng kawan-kawan komunitas juga,” lanjutnya.

Single “Kita Bisa” merupakan salah satu single dalam album terbaru Alone At Last yang bakal dirilis bulan depan. Lewat lagu ini Alone At Last berusaha untuk memotivasi lingkungan sekitar agar segera bangkit dari keterpurukan dan bersemangat meraih kembali semua tujuan dan impian.

“Kami mencoba untuk memberi motivasi orang dan bangkit bersama-sama, jangan selalu terpuruk. Single 'Kita Bisa' bisa menjadi sangat universal, tak hanya soal cinta,” tutur Athink.

Setelah menunggu hampir sekitar empat tahun, Alone At Last kini bersiap untuk merilis album kedua mereka. Sebagai bocoran, album kedua mereka ini banyak mengambil tema yang lebih positif dengan lirik-lirik yang motivasional.

“Nuansa album baru sekarang terasa lebih positif,” ujar Trian yang akrab disapa Ubey. Sementara menurut Yas, dalam album ini mereka ingin melewati satu fase pendewasaan untuk berpikir konstruktif terhadap lingkungan sekitar lewat pencerahan motivasional.

Alone At Last berdiri sejak tahun 2002. Sampai saat ini mereka sudah merilis satu buah EP Sendiri VS Dunia (2004) dan album debut Jiwa (2008).
{sumber referensi : RollingStone Indonesia}

Oke yang penasaran sama Lagu Alone At Last* yang Kita Bisa, Silahkan langsung download

PUISI IBU

Minggu, 17 Februari 2013 | komentar

Ibu...
adalah wanita yang telah melahirkanku
merawatku
membesarkanku
mendidikku
hingga diriku telah dewasa

Ibu...
adalah wanita yang selalu siaga tatkala aku dalam buaian
tatkala kaki-kakiku belum kuat untuk berdiri
tatkala perutku terasa lapar dan haus
tatkala kuterbangun di waktu pagi, siang dan malam

Ibu...
adalah wanita yang penuh perhatian
bila aku sakit
bila aku terjatuh
bila aku menangis
bila aku kesepian

Ibu...
telah kupandang wajahmu diwaktu tidur
terdapat sinar yang penuh dengan keridhoan
terdapat sinar yang penuh dengan kesabaran
terdapat sinar yang penuh dengan kasih dan sayang
terdapat sinar kelelahan karena aku

Aku yang selalu merepotkanmu
aku yang selalu menyita perhatianmu
aku yang telah menghabiskan air susumu
aku yang selalu menyusahkanmu hingga muncul tangismu

Ibu...
engkau menangis karena aku
engkau sedih karena aku
engkau menderita karena aku
engkau kurus karena aku
engkau korbankan segalanya untuk aku

Ibu...
jasamu tiada terbalas
jasamu tiada terbeli
jasamu tiada akhir
jasamu tiada tara
jasamu terlukis indah di dalam surga

Ibu...
hanya do'a yang bisa kupersembahkan untukmu
karena jasamu
tiada terbalas

Hanya tangisku sebagai saksi
atas rasa cintaku padamu

Ibu..., I LOVE YOU SO MUCH
juga kepada Ayah...!!!

MENGHILANGKAN FLEK HITAM DI WAJAH

| komentar (1)

Semua wanita mendambakan kulit wajah yang bersih, bebas dari jerawat maupun flek hitam. Namun salah satu masalah yang paling sering terjadi pada sebagian besar wanita Asia, terutama yang berusia di atas 30 tahun, adalah timbulnya bintik hitam atau flek di wajah.

Pigmentasi kulit atau melasma, bisa terjadi di beberapa bagian tubuh, terutama di daerah wajah, akibat paparan sinar matahari.

Selain sinar matahari, melasma juga dapat terjadi akibat pemakaian obat hormonal, misalnya obat pencegah kehamilan. Flek juga dapat timbul akibat bekas adanya jerawat, pemakaian obat antibiotik, antiepilepsi dan antiperadangan.

Pemakaian kosmetik yang kemungkinan besar mengandung merkuri dan asam salisilat, pun dapat membuat wajah terserang flek. Karena bila digunakan terus menerus, akan menyebabkan kulit menjadi sangat sensitif terhadap sengatan sinar matahari.

Bisakah Flek Dilenyapkan?

Melenyapkan flek dari permukaan wajah, bukan perkara mudah karena membutuhkan perawatan rutin agar flek hilang dan tak muncul kembali.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan flek, mulai dari memakai masker hingga pemakaian krim pemutih (bleaching cream) yang bermanfaat untuk mencerahkan wajah.

Fungsi krim pemutih adalah untuk mengangkat lapisan tanduk pada kulit, melenyapkan komedo, melancarkan peredaran darah di bawah kulit, mencerahkan dan menambah kekenyalan kulit wajah.

Namun dengan adanya peralatan modern saat ini, flek dapat dengan cepat dihilangkan. Tapi untuk dapat melakukannya, biaya yang harus dikeluarkan pun tak sedikit.

Pertama-tama yang harus dilakukan, adalah melakukan facial. Tujuannya untuk membersihkan wajah dari sel-sel kulit mati, sehingga wajah menjadi lebih cerah serta mencegah dan mengikis flek.

Caranya:

- Usapkan krim pada wajah dan diamkan selama 15 menit.
- Bersihkan wajah, lalu gosok dengan menggunakan scrub untuk melenyapkan sel kulit mati.
- Cuci wajah, lalu lumuri wajah dengan masker.
- Setelah masker mengering, wajah kembali dibersihkan, selanjutnya gunakan pelembab.

Anda baru akan merasakan manfaatnya, bila melakukan facial secara rutin selama 10 kali. Tingkat keberhasilannya tergantung seberapa parah flek yang Anda derita. Bagi Anda yang memiliki kulit wajah dengan flek yang agak meluas, sebaiknya lakukan facial seminggu sekali dan dibantu dengan krim malam.

Salah satu bahan facial yang kini mulai banyak dipakai dan dianggap cukup berkhasiat membersihkan flek, adalah spirulina. Spirulina adalah ganggang laut yang sudah dikemas dalam bentuk masker semacam lumpur, fungsinya untuk mengurangi flek karena strukturnya seperti scrub. Spirulina juga tersedia dalam bentuk kapsul dan diminum sebagai suplemen.

Dengan perawatan seminggu sekali, selama sepuluh kali perawatan facial, flek akan memudar. Namun tentu saja, efeknya akan lebih memuaskan adalah anda harus rajin dan rutin melakukannya.

Melakukan Facial Sendiri, Bisakah?

Perawatan facial sebenarnya dapat Anda lakukan sendiri di rumah, asal cukup mengetahui bahan-bahan apa saja yang diperlukan. Selain menggunakan bahan-bahan masker yang dijual, Anda pun bisa melakukan facial dengan buah-buahan atau bahan alami.

Masker Bengkuang atau Mentimun

Bengkuang sejak dulu dikenal mampu mengatasi flek hitam di wajah. Begitu pun Mentimun. Anda tinggal memblendernya, lalu lumurkan di wajah agar flek hitam di wajah memudar.

Tapi gunakanlah buah-buahan yang masih segar dan kondisinya baik, sebab bila tak hati-hati, alih-alih menyembuhkan, kulit wajah Anda malah akan gatal-gatal. Jika wajah terlanjur perih dan gatal-gatal, inilah yang harus Anda lakukan:

- Oleskan tipis-tipis madu asli di wajah selama 15 menit, kemudian bersihkan dengan air hangat.
- Basuh wajah dengan air es, tepuk-tepuk perlahan dan merata sampai terasa segar.

Perawatan dengan bengkoang atau mentimun yang diblender, baik bagi Anda yang aktif bekerja di luar ruang. Efek sari bengkoang atau mentimun yang dingin, akan terasa sejuk di wajah sesaat setelah Anda memakainya.

Irisan Jeruk Nipis

Bagi Anda yang berusia di atas 40 tahun, irisan jeruk nipis yang merata di kulit wajah dan seluruh tubuh mampu mengangkat sel-sel kulit mati. Diamkan hingga kering, lalu bilaslah dengan air hangat-hangat kuku agar pori-pori terbuka. Setelah itu, bilas kembali dengan air dingin agar pori-porinya merapat.

Teh

Selain jeruk nipis, kandungan antioksidan yang terdapat di dalam teh juga baik untuk mencegah penuaan dini. Teh yang mengandung tanin sangat baik untuk mengatasi kulit yang terbakar matahari, mengencangkan bibir, merawat kulit wajah dan menghitamkan rambut. Caranya:
- Inapkan secangkir teh kental semalam.
- Oleskan air teh ke seluruh kulit wajah dan tubuh.
- Biarkan kering dengan sendirinya.
- Bilas dengan air hangat untuk membuka pori kulit, lalu bilas dengan air biasa.

Teh juga bermanfaat untuk menyegarkan mata lelah, Anda tinggal meletakkan sekantong teh celup yang sudah dingin langsung pada kelopak mata. Sambil berbaring, Anda sekaligus melakukan perawatan kulit wajah dan mata.

Hindari Toner Wajah

Saat membersihkan wajah dengan menggunakan susu pembersih di malam atau pagi hari, cukup bilas wajah dengan air bersih biasa. Anda tak memerlukan toner, astringent atau face tonik, karena pemakaiannya akan berlebihan sehingga justru mengakibatkan kulit wajah bertambah kering. Kecuali jika kulit wajah Anda berminyak.

Jika Anda rajin melakukan facial sendiri di rumah, pastikan kulit wajah Anda sudah lebih dulu dibersihakan menggunakan scrub. Perlu diingat, penggunaan bahan alami memang hasilnya tak bisa instan seperti yang dilakukan dengan laser atau lainnya di salon-salon. Tapi bila dilakukan secara rutin dan benar, hasilnya tak kalah bersihnya. Selamat mencoba!


TIGA JENIS KULIT WAJAH

Sebelum melakukan perawatan wajah, sebaiknya Anda kenali dulu jenis kulit Anda. Pada dasarnya kulit wajah terbagi dalam tiga jenis, yaitu:

Kulit Normal
- Biasanya di daerah T (seperti dahi, hidung dan dagu) memproduksi minyak berlebihan, pori-pori pun lebih besar dari pada bagian wajah lainnya.
- Setelah wajah dibersihkan, kulit pipi akan terasa kencang.
- Kerutan seiring bertambahnya usia akan ada di sekitar mata, dahi, dan bagian atas bibir.
- Kulit mudah terbakar sengatan matahari, sehingga terlihat kemerahan atau kecokelatan.

Kulit Berminyak
- Umumnya memiliki pori-pori besar dan berkomedo.
- Kulit wajah tampak mengkilap serta riasan mudah luntur.
- Kerutan di wajah lebih lambat ketimbang jenis kulit lainnya.

Kulit Kering
- Mudah terkelupas dan terbakar jika terkena sengatan matahari.
Di udara dingin mudah teriritasi atau gatal-gatal.
- Daerah T kadang seperti bersisik dan kulit wajah terasa kencang sesaat setelah dibersihkan.
- Kerutan lebih cepat muncul, bukan hanya pada wajah, tapi juga pada kulit tubuh lainnya.

Kulit Sensitif
- Mudah teriritasi jika kena kosmetik tertentu atau terkena paparan sinar matahari.
- Kulit umumnya kering dan terkesan "tipis" sekali.
- Kulit akan terasa kencang sesaat setelah dibersihkan.

Jika jenis kulit Anda sudah diketahui, maka perawatan dan kosmetik yang kulit wajah Anda butuhkan selanjutnya pun akan mudah mendapatkan yang cocok.

KODE ETIK JURNALISTIK

| komentar

BAB I
KEPRIBADIAN DAN INTEGRITAS

Pasal 1

Wartawan Indonesia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berjiwa Pancasila , taat kepada Undang-Undang Dasar Negara, Ksatria, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia dan lingkungannya, mengabdi pada kepentingan bangsa dan negara serta terpercaya dalam mengemban profesinya.
Pasal 2

Wartawan Indonesia dengan penuh rasa tanggung jawab dan bijaksana mempertimbangkan patut tidaknya menyiarkan berita, tulisan atau gambar, yang dapat membahayakan keselamatan dan keamanan negara, persatuan dan kesatuan bangsa, menyinggung perasaan agama, kepercayaan dan keyakinan suatu golongan yang dilindungi oleh Undang-undang.
Pasal 3

Wartawan Indonesia tidak menyiarkan berita, tulisan atau gambar yang menyesatkan, memutarbalikkan fakta, bersifat fitnah, cabul, sadis dan sensasi berlebihan.
Pasal 4

Wartawan Indonesia tidak menerima imbalan untuk menyiarkan atau tidak menyiarkan berita, tulisan atau gambar yang dapat menguntungkan atau merugikan seseorang atau suatu pihak.

BAB II
CARA PEMBERITAAN

Pasal 5

Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dari kecepatan serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya.
Pasal 6

Wartawan Indonesia menghormati dan menjunjung tinggi kehidupan pribadi dengan tidak menyiarkan berita, tulisan, atau gambar yang merugikan nama baik atau perasaan susila seseorang, kecuali menyangkut kepentingan umum.

Pasal 7

Wartawan Indonesia dalam pemberitaan peristiwa yang diduga menyangkut pelanggaran hukum dan atau proses peradilan harus menghormati asas praduga tak bersalah, prinsip adil, jujur, dan penyajian yang berimbang.
Pasal 8

Wartawan Indonesia menulis judul yang mencerminkan isi berita.

BAB III
SUMBER BERITA

Pasal 9

Wartawan Indonesia menempuh cara yang sopan dan terhormat untuk memperoleh bahan berita, gambar, atau tulisan dan selalu menyatakan identitasnya kepada sumber berita.
Pasal 10

Wartawan Indonesia dengan kesadaran sendiri secepatnya mencabut atau meralat setiap pemberitaan yang kemudian ternyata tidak akurat, dan memberi kesempatan hak jawab serta proporsional kepada sumber dan atau obyek berita.
Pasal 11

Wartawan Indonesia meneliti kebenaran bahan berita dan memperhatikan kredibilitas serta kompetensi sumber berita.
Pasal 12

Wartawan Indonesia tidak melakukan tindakan plagiat, tidak mengutip berita, tulisan, atau gambar tanpa menyebut sumbernya.
Pasal 13

Wartawan Indonesia harus menyebut sumber berita, kecuali atas permintaan yang bersangkutan untuk tidak disebut nama dan identitasnya sepanjang menyangkut fakta dan data bukan opini.
Apabila nama dan identitas sumber berita tidak disebutkan, segala tanggung jawab ada pada wartawan yang bersangkutan.



Pasal 14

Wartawan Indonesia menghormati ketentuan embargo, bahan latar belakang, dan tidak menyiarkan informasi yang oleh sumber berita tidak dimasukkan sebagai bahan berita serta atas kesepakatan dengan sumber berita tidak menyiarkan keterangan off the record.

BAB IV
KEKUATAN KODE ETIK JURNALISTIK

Pasal 15

Wartawan Indonesia menyadari sepenuhnya bahwa penataan Kode Etik Jurnalistik ini terutama berada pada hati nurani masing-masing.
Pasal 16

Wartawan Indonesia mengakui bahwa pengawasan dan penetapan sanksi pelanggaran Kode Etik Jurnalistik ini adalah sepenuhnya hak organisasi dari Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) dan dilaksanakan oleh Dewan Kehormatan KWRI. Tidak satu pihak pun di luar KWRI yang dapat mengambil tindakan terhadap wartawan Indonesia dan atau medianya berdasarkan pasal-pasal dalam Kode Etik Jurnalistik ini.

Kode Etik Jurnalistik ini ditetapkan dan disahkan pada Rapat Pimpinan KWRI yang dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 14 Juli 1998.

PERKEMBANGAN PERS DI INDONESIA

| komentar

Sejarah perkembangan pers di Indonesia dapat digolongkan dalam tiga kategori, yaitu sejarah pers nasional, sejarah pers nasional, sejarah pers kolonial, dan sejarah pers Cina.
Pers nasional adalah surat kabar dan majalah dalam bahasa Indonesia atau bahasa daerah bahkan bahasa Belanda yang ditujukan terutama bagi bangsa Indonesia.
Pers kolonial diusahakan oleh orang-orang Belanda dalam bahasa Belanda, Indonesia, maupun daerah yang bertujuan demi kepentingan kolonialis Belanda.
Pers Cina adalah surat kabar dan majalah yang diterbitkan oleh golongan Cina dalam bahasa Cina, Indonesia, dan Belanda.

A.  Masa Penjajahan Belanda

            Pada tahun 1615 atas perintah Jan Pieterzoon Coen, yang kemudian pada tahun 1619 menjadi Gubernur Jenderal VOC, diterbitkan “Memories der Nouvelles”, yang ditulis dengan tangan. Dengan demikian, dapatlah dikatakan bahwa “surat kabar” pertama di Indonesia ialah suatu penerbitan pemerintah VOC.
Pada Maret 1688, tiba mesin cetak pertama di Indonesia dari negeri Belanda. Atas intruksi pemerintah, diterbitkan surat kabar tercetak pertama dan dalam nomor perkenalannya dimuat ketentuan-ketentuan perjanjian antara Belanda dengan Sultan Makassar. Setelah surat kabar pertama kemudian terbitlah surat kabar yang diusahakan oleh pemilik percetakan-percetakan di beberapa tempat di Jawa. Surat kabar tersebut lebih berbentuk koran iklan

            Ciri-Ciri pers pada masa belanda :

 Dibatasi dan Diancam dengan Kitab Undang- Undang Hukum Pidana
Persbreidel Ordonantie
Haatzai Artikelen
Kontrol yang Keras Terhadap Pers

B. Masa Pendudukan Jepang

            Pada masa ini, surat kabar-surat kabar Indonesia yang semula berusaha dan berdiri sendiri dipaksa bergabung menjadi satu, dan segala bidang usahanya disesuaikan dengan rencana-rencana serta tujuan-tujuan tentara Jepang untuk memenangkan apa yang mereka namakan “Dai Toa Senso” atau Perang Asia Timur Raya. Dengan demikian, di zaman pendudukan Jepang pers merupakan alat Jepang. Kabar-kabar dan karangan-karangan yang dimuat hanyalah pro-Jepang semata.

            Ciri-Ciri Pers pada Masa Jepang :

Penekanan Terhadap Pers Indonesia
Bersifat fasis memanfaatkan  instrumen untuk menegakan kekusaan pemerintahannya



C. Masa Revolusi Fisik


            Peranan yang telah dilakukan oleh pers kita di saat-saat proklamasi kemerdekaan dicetuskan, dengan sendirinya sejalan dengan perjuangan rakyat Indonesia. Bahkan tidak sedikit dari para wartawan yang langsung turut serta dalam usaha-usaha proklamasi. Semboyan “Sekali Merdeka Tetap Merdeka” menjadi pegangan teguh bagi para wartawan.
Periode tahun 1945 sampai 1949 yang biasa dinamakan periode “revolusi fisik”, membawa coraknya tersendiri dalam sifat dan fungsi pers kita. Dalam periode ini pers kita dapat digolongkan ke dalam dua kategori, yaitu pertama, pers yang terbit dan diusahakan di daerah yang dikuasai oleh pendudukan sekutu, kemudian Belanda, dan kedua pers yang terbit diusahakan di daerah yang dikuasai oleh RI yang kemudian turut bergerilya.

Ciri-Ciri Pers Masa Revolusi:

Hubungan Pemerintah dan Pers Terjalin Baik
 Pers Harus Menjaga Kepentingan Publik
 Pembatasan Pers

D. Masa Demokrasi Liberal

            Dalam aksi-aksi ini peranan yang telah dilakukan oleh pers republik sangat besar. Republik Indonesia Serikat yang tidak sesuai dengan keinginan rakyat akhirnya bubar dengan terbentuknya kembali Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1950.
Pada masa ini untuk memperoleh pengaruh dan dukungan pendapat umum, pers kita yang pada umumnya mewakili aliran-aliran politik yang saling bertentangan, menyalahgunakan kebebasan pers (freedom of the press), yang kadang-kadang melampaui batas-batas kesopanan.

Ciri-Ciiri per Masa Demokrasi Liberal

Memberi Perlindungan yang Keras Terhadap Pers Namun dalam Prakteknya Tidak
Pembatasan Terhadap Pers
Adanya Tindakan Antipers

E. Masa Demokrasi Terpimpin

            Periode yang terjadi pada masa demokrasi terpimpin sering disebut sebagai zaman Orde Lama. Periode ini terjadi saat terbentuknya Kabinet Kerja yang dipimpin oleh Presiden Soekarno, sebagai tindak lanjut dikeluarkannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959 hingga meletusnya Gerakan 30 September 1965.
Ciri-Ciri Pers Masa Demokrasi Terpimpin

Tidak Adanya Kebebasan Pers
Adanya Ketegasan Terhadap Pers
Pemerintah Mengontrol Setiap Kegiatan Pers

F. Masa Orde Baru

            Ketika alam Orde Baru ditandai dengan kegiatan pembangunan di segala bidang, kehidupan pers kita pun mengalami perubahan dengan sendirinya karena pers mencerminkan situasi dan kondisi dari kehidupan masyarakat di mana pers itu bergerak. Pers sebagai sarana penerangan/komunikasi merupakan salah satu alat yang vital dalam proses pembangunan.
Pada masa Orde Baru, ternyata tidak berarti kehidupan pers mengalami kebebasan yang sesuai dengan tuntutan dan aspirasi masyarakat. Terjadinya pembredelan pers pada masa-masa ini menjadi penghalang bagi rakyat untuk menyampaikan aspirasi dan memperjuangkan hak-hak asasinya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Ciri-Ciri Pers Masa  Orde Baru

Kebebasan Terhadap Pers
Pers Masa itu Sangat Buram
Berkembangnya Dunia Pers

G. Masa Reformasi

            Salah satu jasa pemerintahan B.J. Habibie pasca Orde Baru yang harus disyukuri ialah pers yang bebas. Pemerintahan Presiden Habibie mempunyai andil besar dalam melepaskan kebebasan pers, sekalipun barangkali kebebasan pers ikut merugikan posisinya sebagai presiden.

 Ciri-Ciri Pers Masa Reformasi

Kebebasan Mengeluarkan Pendapat  (Pers adalah Hak Asasi Manusia)
Wartawan Mempunyai Hak Tolak
Penerbit Wajib Memiliki SIUPP
Perusahaan Pers Tidak Lagi Melibatkan Diri ke Departemen Penerangan untuk Mendapat SIUPP





ALBUM INTEGRITI ALONE AT LAST

Sabtu, 02 Februari 2013 | komentar


DUA belas lagu — termasuk intro dan satu bonus track berupa lagu lama yang diarensemen sedikit beda — yang tersaji dalam album Integriti rasanya terlalu ringkas dijadikan cermin untuk melihat perjalanan sebuah band yang berumur genap sepuluh tahun pada 2012 ini. Jika dicermati lebih saksama lagu per lagu secara subtil memang tampak jelas ada perbedaan dibanding mini album Sendiri vs Dunia (2004) atau album Jiwa (2008). Namun, album ini lebih cocok diposisikan sebagai upaya peneguhan dari Alone At Last dalam menghadapi siklus hidup ketika dunia tidak lagi sepenuhnya berada dalam genggaman. Juga lebih layak disebut keberhasilan sebuah upaya pendewasaan ketimbang nostalgia mengenang masa emas efek album Sendiri Vs Dunia dan Jiwa. Itulah mungkin yang jadi alasan ketika Alone At Last mengangkat lagu Saat Dunia Tak Menatap Ke Arahmu sebagai singel pertama dari album Integriti. Simak dua bait lirik yang ada di pertengahan lagu tersebut… Simpan semua lirihmu lepaskan lelahmu/ besarkan hatimu jangan palingkan wajahmu/ …. Dan faktanya mereka memang sama sekali belum memalingkan wajah dari skena yang telah membesarkan nama Alone At Last. Meskipun berulang kali mengklaim tidak pernah mengisolasi diri dengan batasan genre tertentu, Alone At Last masih berada di ordinat penting ketika orang membicarakan skena emo tanah air. Bahkan andai saja mereka tidak merilis album Integriti sekalipun. Entah sudah diproyeksikan sejak jauh-jauh hari, Alone At Last merilis Integriti di tahun ketika umur mereka genap menginjak bilangan satu dasawarsa (Alone At Last didirikan pada 2002). Yang jelas momentum perilisan Integriti terasa sangat tepat untuk beberapa kondisi. Pertama, ketika gaung skena emo lokal sudah lagi kencang, album Integriti rasanya bisa sedikit membangkitkan nostaljik jika genre ini pernah begitu booming di tahun-tahun silam. Dalam kasus ini, Integriti bukan hanya kemasan selusin lagu. Persetan dengan apa pun yang terkandung di dalamnya, baik itu musikalitas atau substansi lirik. Yang pasti, skena emo lokal butuh album-album seperti ini dari band-band berpengaruh seperti Alone At Last. Kedua, momen perilisan Integriti — entah disengaja atau tidak — begitu ritmis dalam segi rentang waktu. Ada rentang masing-masing empat tahun dari mini album Sendiri Vs Dunia ke album penuh Jiwa dan lalu ke Integriti. Apakah kemudian album Integriti bakal berdampak signifikan terhadap perkembangan skena emo di tahun-tahun ke depan, itu bukan persoalan yang terlalu krusial untuk dibahas. Yang lebih penting Alone At Last telah menunjukkan sebuah effort tentang pentingnya integritas. Integritas yang telah menjadikan mereka bisa seperti sekarang. 

TITEL Integriti 
LABEL Lonely End Records 
RILIS April 2012 
FORMAT CD 
DAFTAR LAGU 

01. Prolegomena ( Intro )
02. Let’s Shout It Out ( SAC ) 
03. Kita Bisa
04. Classic War Is A Modern War 
05. I Will Wait
06. Saat Dunia Tak Menatap Ke Arahmu 
07. Selamatkan Nyawa 
08. Rasakan Dunia
09.Intimadisi 
10. Distant Romance 
11. Cinta 
12. Takkan Terhenti Di Sini (Bonus Track)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. MY BLOG INFO - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Premium Blogger Template